Jalan Labuan Bajo Menuju Kota Ruteng Kembali Disorot, Publik Menanti Perbaikan Lewat Anggaran Pemeliharaan
Rusaknya jalan nasional di sepanjang ruas jalan Labuan Bajo-Malawatar-Kota Ruteng, Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali jadi sorotan. Pasalnya, ada dana retensi atau pemeliharaan jalan yang besarnya sekian persen dari alokasi anggaran Rp 125 Miliar lebih yang diduga tidak direalisasi oleh kontraktor sepanjang kurang lebih 138 km.
Dana retensi sendiri mencakup pemeliharaan pekerjaan dan perbaikan kerusakan.
Pemilik travel labuan bajo-flores menyampaikan kekecewaannya terhadap kualitas jalan tersebut karena sudah menelan anggaran yang sangat fantastis.
"Jalan labuan Bajo Ruteng ini kan dikerja oleh pusat, itu berarti APBN. Tapi kualitasnya buruk sekali. Kerja dan tidak kerja saya rasa hasilnya sama, tidak ada perubahan. Rusak dimana mana," ujar Hendra salah satu pemilik travel angkutan labuan bajo-kota Ruteng
Dirinya juga mengaku sangat kesal dengan PPK yang mengawasi proyek tersebut. Ia menduga buruknya kualitas jalan labuan bajo-kota Ruteng merupakan hasil Konspirasi antara PPK dan kontraktor.
"Saya menduga ada kongkalikong antara PPK dan kontraktor. Jalan buruk begini, retak dan lubang dimana mana ko tidak diperbaiki," ujarnya
Warga juga mengambil dana retensi yang menurut informasi sebesar 10% dari besaran anggaran tersebut.
“Kalau kondisi jalan itu sekarang rusak parah, lalu dikemanakan dana retensi oleh Satuan Kerja (Satker) Badan Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) wilayah III NTT,” ujar salah satu warga okal asal kota ruteng kabupaten yang namanya diminta untuk tidak dipublikasikan
Pengetahuan jalan labuan Bajo menuju kota Ruteng dikerjakan oleh PT Akas sepanjang 138 km pada ruas jalan Labuan Bajo-Malwatar-batas Kota Ruteng senilai Rp125.755.753.000,00,.
Pada tahun yang sama ruas jalan tersebut juga mendapat injeksi anggaran sebesar 10M yang diperuntukan perbaikan saluran kerusakan dan penanganan longsoran.
Media ini masih melakukan upaya konfirmasi kepada PPK dan satker PJN wilayah III NTT.