Majunya Delvis sebagai Calon Ketua PP PMKRI Dipersoalkan, Nama Bahlil dan Pemuda Katolik Mencuat
NTT UPDATE.NET - Polemik menjelang pemilihan Ketua Presidium Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) periode 2026-2028 semakin menghangat. Di tengah berlangsungnya Musyawarah Permusyawaratan Anggota (MPA) PMKRI di Ruteng, Kabupaten Manggarai, nama mantan Sekretaris Jenderal PP PMKRI 2022-2024, Christian Rettob yang akrab disapa Delvis, menjadi pusat perhatian.
Tidak hanya karena disebut-sebut sebagai salah satu kandidat kuat, tetapi juga lantaran muncul berbagai isu yang menyeret nama Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, serta organisasi Pemuda Katolik.
Perbincangan mengenai dugaan adanya dukungan dari pihak eksternal terhadap salah satu kandidat mengemuka setelah sebuah flyer ucapan selamat atas terpilihnya Christian Rettob sebagai Ketua Presidium PP PMKRI periode 2026-2028 beredar luas di media sosial. Padahal, berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, hingga Senin (27/7/2026) sore forum MPA disebut belum memasuki agenda pemilihan Ketua Presidium.
Flyer tersebut memuat foto Christian Rettob bersama Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Pemuda Katolik disertai ucapan selamat atas terpilihnya Delvis sebagai Ketua Presidium PP PMKRI. Kemunculan flyer itu memantik berbagai reaksi dari peserta Kongres dan MPA yang mempertanyakan alasan ucapan kemenangan telah beredar sebelum forum mengambil keputusan resmi.
Sejumlah kader PMKRI yang mengikuti jalannya forum menilai beredarnya flyer tersebut dapat memengaruhi persepsi peserta maupun publik terhadap proses demokrasi yang sedang berlangsung.
"Forum belum memilih siapa pun. Karena itu, muncul pertanyaan di kalangan peserta, mengapa ucapan selamat sudah lebih dulu beredar. Keputusan organisasi seharusnya lahir dari mekanisme resmi MPA, bukan dari narasi yang berkembang di luar forum," ujar seorang peserta Kongres dan MPA PMKRI yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Di tengah polemik tersebut, berkembang pula pembicaraan mengenai dugaan adanya dukungan dari tokoh politik maupun organisasi di luar PMKRI terhadap pencalonan Delvis. Salah seorang kader PMKRI yang hadir dalam forum mengaku mendengar berbagai isu yang berkembang di arena Kongres, termasuk yang mengaitkan nama Bahlil Lahadalia dan Pemuda Katolik.
"Yang berkembang sekarang bukan hanya soal dinamika pemilihan. Ada juga berbagai isu mengenai adanya dukungan dari pihak luar. Tetapi saya tegaskan, semua itu masih sebatas pembicaraan yang berkembang dan harus dibuktikan. Jangan sampai organisasi ini dibawa ke dalam spekulasi," katanya kepada media ini, Senin (27/7/2026).
Ia menambahkan bahwa PMKRI sebagai organisasi kader harus tetap menjaga independensi dan tidak boleh kehilangan marwahnya karena kepentingan di luar organisasi.
"Saya mengajak seluruh kader PMKRI se-Indonesia agar tidak mendukung calon yang apabila terbukti memiliki afiliasi dengan kepentingan oknum alumni, kepentingan politisi, maupun organisasi di luar PMKRI. Siapa pun yang terpilih nanti harus benar-benar lahir dari kehendak forum, bukan karena intervensi pihak lain," ujarnya.
Nama Bahlil Lahadalia ikut menjadi bahan pembicaraan setelah beredar foto yang memperlihatkan dirinya bersama Christian Rettob. Dalam foto yang diterima media ini, keduanya tampak berdiri berdampingan mengenakan kemeja putih.
Diketahui, Delvis sendiri merupakan mantan Ketua PMKRI Cabang Ambon dan pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PP PMKRI periode 2022-2024. Namanya masuk dalam bursa calon Ketua Presidium PP PMKRI periode 2026-2028 bersama sejumlah kandidat lainnya.
Sementara itu, sejumlah peserta MPA mengimbau seluruh kader agar tetap menghormati mekanisme organisasi dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi yang beredar di luar forum.
"PMKRI mempunyai tata tertib dan mekanisme yang jelas. Karena itu, siapa pun yang nantinya menjadi Ketua Presidium harus merupakan hasil keputusan forum resmi. Kita semua berkewajiban menjaga agar proses demokrasi organisasi tetap berjalan dengan baik," ujar peserta lainnya.
Hingga berita ini diterbitkan, proses Musyawarah Permusyawaratan Anggota PMKRI masih berlangsung dan belum menetapkan Ketua Presidium PP PMKRI periode 2026-2028.
Media ini masih berupaya memperoleh konfirmasi dari Christian Rettob, Bahlil Lahadalia, maupun Pengurus Pusat Pemuda Katolik terkait beredarnya flyer ucapan selamat serta berbagai isu yang berkembang mengenai dugaan dukungan terhadap salah satu kandidat.***